¢Definisi à pemeriksaan radiologi invasive yg menggunakan MK untuk menilai duktus biliaris
¢Sangat berperan terutama pd jaundice à membedakan obstruksi jaundice dan non obtruksi
¢Digunakan untuk menentukan posisi, ukuran dan penyebab obstruksi
Indikasi:
Eksplorasi kelainan system billiary: cholangiocarcinoma, stone, stricture, sclerosing, maligna, kista, atresia biliary dan biliary fistula
Jaundice / icterus dmn nampak dilatasi dari ductal system (dgn USG/CT) namun etiologi dr obstruksi belum jelas
Ductus sukar diviasualkan dengan pemeriksaan lain (apabila oral dan IV – cholecystografi gagal)
Pancreatic disease
¢Kontra indikasi
sensitive terhadap CM
pyloric stenosis
acute pancreatistis
glaucoma
¢Persiapan pasien
puasa 5 jam sebelum pemeriksaan dimulai
Pemeriksaan darah & urine lengkap
Pemeriksaan fungsi hati
buang air kecil sebelum pemeriksaan
¢Persiapan lokal pd tempat injeksi
Skin area diantara bag bawah chest dan bag atas abdomen dibersihan dgn larutan desinfektan ( iodine, pyodine atau chlorhexidine) kemudian ditutup dgn duk sterile
Anastesi lokal bag lower intercostal space ( antar costae 7,8 atau 9)
¢Premedikasi:
Omnopon / scopolamine
¢
¢Contras media:
Hypaque 45 % sekitar 20-60 cc, disiapkan dalam spuit yg dihubungkan dgn jarum Chiba.
¢
¢Preliminary film / plan foto
Pasien tidur supine pada meja fluoroscopy
Foto AP right side / sebelah kanan dari abd dengan batas bawah pada SIAS
Teknik radiografi:
¢Setelah dianastesi lokal, chiba needle dimasukan kedalam liver secara percutan dengan pengawasan melalui fluoroscopy.
¢Setelah diketahui letak bile duct, diambil cairan empedunya untuk pemeriksaan lab.
¢Selanjutnya MK disuntikan sedikit untuk mengetahui posisi jarum sudah tepat apa belum.
¢Jmlh kontras media sangat bervariasi tergantung volume dari saluran empedu.
¢Bila terjadi kebuntuan saluran, maka needle diganti dgn cateter untuk drainase.
¢PA dan Oblique menggunakan serial film changer dan meja pemeriksaan dinaikan sedikit, sehingga posisi kepala lebih tinggi dari kaki.
¢Apabila diidentifikasi adanya obstruksi pada saluran empedu selanjutnya dipersiapkan untuk laparatomi.
¢
¢Perawatan Pasien
Temperatur, nadi dan tekanan darah dicek setiap saat ( 15 menit, 4 jam dan selanjutnya sampai 24 jam.
Dan selanjutnya diobservasi sampai 48 jam apabila terindikasi adanya perdarahan dan kebocoran empedu.
¢Steril :
Needle catheter/Chiba Needle
Alat alat untuk insisi
Bahan steril lainnya
¢Non Steril:
Skin cleanser
Ampule contras media
Disposible needle
Emergency drugs
Komplikasi
¢Intraperitoneal Bleeding
¢Intrapritoneal Leakage of Bile dan Peritonitis
¢Liver Failure
¢Septicamia
¢Intraperitoneal Abses
Filed under: Radiologi





The above information is of Great Value, i think a lot of hard work had been done, i appreciate it, keep it up!
salam kenal mas artawijaya…
saya jg calon radiografer dari FK- unirvesitas airlangga surabaya^^