PTC Percutaneous Transhepatic cholangiography

¢Definisi à pemeriksaan radiologi invasive yg menggunakan MK untuk menilai duktus biliaris
¢Sangat berperan terutama pd jaundice à membedakan obstruksi jaundice dan non obtruksi
¢Digunakan untuk menentukan posisi, ukuran dan penyebab obstruksi
—
Indikasi:
—Eksplorasi kelainan system billiary: cholangiocarcinoma, stone, stricture, sclerosing, maligna, ki Continue reading

Teknik KV tinggi

Teknik kV tinggi merupakan suatu pengembangan teknik radiograf dengan menaikkan nilai kV dari kV standar (kV yang secara umum digunakan untuk membentuk suatu radiograf dan mampu menghasilkan informasi diagnostik). Tegangan tabung (kV) yang digunakan berkisar antara 100 kV – 150 kV (Carrol, 1985)
Faktor Eksposi (1)
ÒBesarnya nilai eksposi yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Continue reading

Teknik Radiografi Retrograde Cystography (Cystogram)

1. Definisi
Teknik atau prosedur pemeriksaan urinary bladder (blass) setelah memasukkan media kontras melalui kateter dengan menggunakan sinar-x untuk menegakkan diagnosa.
2. Indikasi (Klinis)
  • Trauma
  • Calculi
  • Tumor
  • Inflamantory urinary bladder
3. Persiapan Pasien
  • Tidak ada persiapan khusus, hanya pasien harus mengosongkan bulinya terlebih dahulu sebelum pemasangan kateter dilakukan.
  • Pasien Melepaskan benda2 logam yang dapat menggangu gambaran.
4. Persiapan Alat dan Bahan
  • Media kontras iodium 50 cc
  • Aqua steril 100 cc
  • Poly cateter 16 G
  • Spuit 50 cc (spuit kaca 200cc)
  • Needle 19 G
  • Pesawat sinar-X, kaset dan film 24×30 cm
    Continue reading

Teknik Radiografi Os. Pedis

1. Anatomi Os. Pedis
Terdiri atas 26 tulang, yaitu :14 phalanges, 5 os metatarsal dan 7 os Tarsi. Os tarsi terdiri atas os calcaneus,os talus, os navicular,3 os cuneiform, dan os cuboid. Berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3 yaitu :
  • Forefoot (metatarsal dan toes),
  • Midfoot (cuneiform, navicular, dan cuboid),
  • Hindfoot  (talus/astragalus, dan calcaneus(os calcis).
Tulang kaki dibentuk dan bersatu untuk membentuk kesatuan longitudinal dan arcus transversal. Bagian permukaan anterior (superior) kaki disebut dengan dorsum atau permukaan Dorsal, dan inferior(posterior) aspek dari kaki disebut permukaan plantar. Karena ketebalan yang beragam pada anatomi kaki, maka harus kita perhatikan pemberian faktor eksposi untuk dapat menunjukkan densitas keseluruhan bagian tulang kaki. Continue reading

Peranan Kedokteran Nuklir dalam Penegakkan Diagnosis Penyakit Paru

PENDAHULUAN
Teknik nuklir dalam bidang pulmonologi mulai diperkenalkan oleh Knipping dkk. pada pertengahan tahun 1950-an yang pertamakali menggunakan gas radioaktif untuk mengetahui distribusi gas di paru-paru, diikuti kemudian oleh Taplin dkk. pada tahun enampuluhan menggunakan partikel bertanda radioaktif untuk sidik perfusi. Sampai sekarang sidik paru ventilasi dan perfusi merupakan satu-satunya metoda diagnostik non-invasif dan dapat dipercaya untuk menilai aliran darah regional anteri pani serta hubungan antara ventilasi dan perfusi pada berbagai kelainan paru(1.2) Perkembangan berikutnya adalah penggunaan partikel radioaerosol yang ditandai dengan Tc-99m untuk sidik inhalasi
serta untuk menilai fungsi non-respiratori seperti permeabilitas alveoli dan klirens mukosilier. Ga-67 dan antibodi monoklonal bertanda, yang dikenal sebagai radionuklida untuk mendeteksi tumor dan proses inflamasi, digunakan pula dalam pengelolaan karsinoma pant dan infeksi paru. Perkembangan teknik pencitraan tomografi dengan SPECT (Single Photon Emmision Tomography) dan PET (Positron Emission Tomography) memberikan dimensi baru dalam pengelolaan penyakitparu. Pencitraan tomografi dengan SPECT akan menghasilkan Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.