Empat Tanda Keguguran

KEGUGURAN bisa mengancam kehamilan pada usia berapa saja. Untuk itu, sebaiknya para ibu hamil menjaga kandungan sebaik-baiknya. Ada baiknya juga Anda tahu tanda-tanda keguguran agar bisa mengantisipasinya.

Berikut tanda-tandanya:

1. Pendarahan adalah tanda yang paling umum. Pendarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Meskipun pendarahan sering menjadi tanda pertama keguguran, pada masa trisemester pertama kehamilan mungkin juga terjadi pada kehamilan yang normal. Dan biasanya, pendarahan terjadi terus-menerus, paling tidak selama 3 hari. Pendarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai pendarahan hebat.

2. Rasa sakit yang diakibatkan keram pada panggul, sakit pada perut bagian tengah, ataupun sakit pada bagian bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan dimulai. Termasuk kram atau kejang perut.

3. Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika Anda mendapati gumpalan darah tersebut, bawalah kepada dokter untuk mengetahui kepastian, apakah Anda mengalami keguguran atau tidak.

4. Kelelahan yang teramat sangat. Anda merasa loyo, tidak enak badan, merasa lemas atau tidak fit, dan tidak bertenaga, juga tidak mampu menopang tubuh dengan baik? Bisa jadi ini merupakan tanda awal akan terjadi keguguran.

Advertisements

GONORE

DEFINISI

klinis-go
Gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang pada umumnya ditularkan melalui hubungan kelamin, tetapi juga kontak secara langsung dengan eksudat yang infektif. Penyakit ini mempunyai insidens yang tinggi dibanding penyakit menular seksual lainnya. Walaupun angka kejadian penyakit ini sudah menurun sejak tahun 1970an, namun hampir 800.000 kasus baru ditemukan tiap tahun di AS. Di dunia diperkirakan terdapat 200 juta kasus baru setiap tahunnya. Penyakit ini lebih sering menyerah remaja dan dewasa muda, serta lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita.

PENYEBAB
Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menular ke orang lain melalui hubungan seksual dengan penderita. Penyakit ini juga dapat menular dari ibu ke bayinya saat melahirkan. Kita tidak akan terinfeksi gonore dari pemakaian handuk bersama maupun pemakaian toilet umum.

GEJALA
Masa inkubasi gonorrhea sangat singkat, pada pria umumnya berkisar antara 2-5 hari, kadang-kadang lebih lama. Pada wanita masa inkubasi sulit untuk ditentukan karena pada umumnya tidak menimbulkan gejala.
Pada pria, awalnya terdapat rasa gatal dan panas di sekitar uretra, saluran yang menghantarkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Selanjutnya, terdapat rasa nyeri saat buang air kecil dan keluar sekret kental berwarna keruh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. Bila infeksi sudah semakin lanjut, nyeri akan semakin bertambah dan sekret semakin kental dan keruh. Selain itu terdapat nyeri pada waktu ereksi dan terkadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.
Pada wanita, gejala, kalaupun ada, dapat sangat ringan sehingga penderita tidak menyadarinya. Sebanyak 30%-60% wanita penderita gonore tidak memberikan gejala. Gejala yang timbul dapat berupa nyeri saat buang air kecil, buang air kecil menjadi lebih sering, dan kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah. Selain itu, terdapat sekret kental dan keruh yang keluar dari vagina.

PENGOBATAN
Bila menyadari mempunyai gejala-gejala seperti di atas, atau mempunyai pasangan seksual dengan gejala di atas, perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti mengambil sekret dari vagina ataupun penis untuk dianalisa. Antibiotik adalah pengobatan untuk gonore. Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati sesegera mungkin bila terdiagnosis gonore. Hal ini berlaku untuk pasangan seksual dalam 2 bulan terakhir, atau pasangan seksual terakhir bila selama 2 bulan ini tidak ada aktivitas seksual. Banyak antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonorrhea, membasmi N.gonorrhoeae, menghentikan rantai penularan, mengurangi gejala, dan mengurangi kemungkinan terjadinya gejala sisa. Pilihan utama adalah penisilin + probenesid. Antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan gonore, antara lain:

1. Amoksisilin 2 gram + probenesid 1 gram, peroral
2. Ampisilin 2-3 gram + probenesid 1 gram. Peroral
3. Azitromisin 2 gram, peroral
4. Cefotaxim 500 mg, suntikan Intra Muskular
5. Ciprofloxacin 500 mg, peroral
6. Ofloxacin 400 mg, peroral
7. Spectinomisin 2 gram, suntikan Intra Muskular

Obat-obat tersebut diberikan dengan dosis tunggal.

PENCEGAHAN
Untuk mencegah penularan gonore, gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual. Jika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali, karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan juga pasangan seksual kita untuk diperiksa untuk mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah penularan. Selain itu, juga menyarankan para wanita tuna susila agar selalu memeriksakan dirinya secara teratur, sehingga jika terkena infeksi dapat segera diobati dengan benar.

Waspada Kesuburan Turun di Usia 30

Sumber : mediaindonesia.com

KESUBURAN akan menurun seiring dengan pertambahan usia, khususnya setelah usia 30. Karena itu, Perempuan sebaiknya melakukan tes kesuburan di usia 30 untuk meningkatkan kemungkinan menjadi ibu. Hal ini dinyatakan oleh dokter di bidang in vitro fertilization (IVF) profesor Bill Ledger dari Sheffield University. Menurut Ledger, banyak perempuan yang tidak menyadari kalau kesuburan menurun dengan cepat seiring usia.

Menurut Ledger, kesempatan mengalami pembuahan di usia 20-24 sebesar 86%, usia 25-29 turun menjadi 78%, usia 30-34 sebesar 63%, turun lagi menjadi 52% pada rentang usia 35-39 tahun, 36% pada mereka dengan rentang usia 40-44 dan menurun tajam hanya sebesar 5% pada mereka yang telah berusia 45-49 tahun.

Dengan melakukan tes sederhana yang bisa menunjukkan betapa cepatnya jam biologis mereka berputar, terang dia, para perempuan diharapkan bisa merencanakan keluarga sebelum terlambat. Tes darah diikuiti dengan ultrasound scan jika diperlukan, lanjut dia, bisa membantu mengatasi semua masalah sebelum mereka mengalami penurunan kesempatan yang signifikan mengalami pembuahan.

Tes ini biasanya menggunakan kadar hormon untuk mengukur persediaan ovarium, yaitu jumlah telur sehat yang tersedia. Dengan informasi ini, menurut dia, diharapkan para perempuan bisa membuat rencana yang lebih bijak mengenai waktu pembuahan.

Tunda kehamilan

Perempuan, menurut anggota fertility watchdog,  the Human Fertilisation and Embryology Authority ini, seringkali tidak menyadari pentingnya usia saat berkaitan dengan kesuburan.”Mereka mengira kalau hal tersebut tidak akan terjadi pada mereka karena mereka rajin berolahraga, tidak minum dan merokok. Mereka merasa fit dan muda. Hal ini benar adanya, kecuali untuk indung telur,” tutur Ledger, seperti dikutip situs dailymail.

Menurut Ledger, semakin banyak perempuan yang menunda kehamilan. Tapi, hanya sedikit yang menyadari kalau kesuburan menurun hingga setengahnya pada usia 35 dan bahkan menurun tajam setelahnya. karena itu, terang dia, data mengenai kesempatan mereka mengalami pembuahan tentunya bisa membantu mereka menghindari penyesalan di masa depan.”Banyak orang bersedih karena tidak mendapatkan anak yang sangat mereka impikan.”

Seringkali perempuan yang menunda kehamilan hingga usia 39, terang dia, telah mempunyai karir yang sukses. Perempuan ini telah melewati semua tes di sekolah dengan baik, melanjutkan kuliah, mendapatkan pekerjaan yang baik, menjajaki karir ke level yang tinggi tetapi tiba-tiba tidak bisa mendapatkan sesuatu yang bisa didapatkan  oleh orang lain.

Perempuan Cerdas Lebih Mudah Orgasme

“Kecerdasan Emosional Pengaruhi Kehidupan Seksual”

Sumber : mediaindonesia.com

gettyimages

PEREMPUAN cerdas ternyata tidak hanya nyaman diajak berdiskusi tetapi juga lebih menyenangkan diajak bercinta. Hal ini dibuktikan oleh hasil studi dari King’s College London. Berdasarkan hasil analisis data dari 2000 perempuan kembar, peneliti menemukan, mereka yang mempunyai tingkat kecerdasan emosi ( emotional intelligence /EI) tinggi lebih mudah mencapai orgasme.

2000 partisipan ini berusia antara 18-83 tahun. Pasangan kembar, terang peneliti, sengaja dipilih untuk menghindarkan pengaruh faktor risiko genetik dan lingkungan.

Studi mengindikasikan, rendahnya tingkat EI , kemampuan mengatur perasaan, dikaitkan dengan masalah-masalah seksual yang umum terjadi. Dalam studi ditemukan, 3 dari 10 perempuan kesulitan mencapai klimaks.

“EI kelihatannya berpengaruh langsung terhadap fungsi seksual perempuan dengan mempengaruhi kemampuannya dalam mengkomunikasikan harapan-harapan dan hasrat-hasrat seksualnya,” terang co-author studi Andrea Burri, seperti yang dikutip foxnews.

Dalam studi ini, semua partisipan diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kebiasaan dan performa seksual mereka. Selain itu, mereka juga diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang didisain untuk menguji tingkat EI mereka.

Hasil studi menunjukkan, perempuan yang berada pada rentang 25 % terbawah  EI, berisiko 2 kali lebih besar mengalami kesulitan mencapai orgasme dibandingkan perempuan normal. Dengan adanya penemuan ini, terang peneliti, diharapkan bisa meningkatkan terapi-terapi seks yang ada.

Perempuan Suka Pasangan Dikhitan?

“40% Perempuan Puas dengan Pasangan yang Dikhitan”

Sumber : mediaindonesia.com

   gettyimages

SEBUAH survei dari Rakai Health Sciences Program di Kalisizo, Uganda, Afrika Selatan menemukan, 40% perempuan dengan pasangan yang dikhitan melaporkan adanya perbaikan kehidupan seksual.

Sirkumisisi atau yang lebih dikenal dengan khitan, dianjurkan dari dunia kedokteran sebagai salah satu cara untuk mencegah penularan virus HIV penyebab AIDS dan virus HPV penyebab kanker leher rahim. Akan tetapi, cara ini ditentang oleh sekelompok orang dengan alasan kurangnya data mengenai dampaknya terhadap kehidupan seksual. Jika Anda salah satu diantara, ada baiknya mulai mempertimbangkannya kembali.

Dalam studi lanjut mengenai kepuasan seksual, para peneliti mempelajari 455 perempuan dengan pasangan yang telah menjalani khitan. Para partisipan ini sebelumnya juga telah terlibat dalam percobaan landmark rakai circumcision. Percobaan ini merupakan salah satu dari tiga studi yang menunjukkan kalau khitan bisa mengurangi risiko laki-laki heteroseksual terinfeksi HIV hingga 50%-nya.

“Kami hanya melibatkan perempuan yang menyatakan mempunyai kehidupan seksual yang memuaskan sebelum pasangan mereka dikhitan,” terang peneliti Godfrey Kigozi, MD, seperti dikutip situs webmd. Perempuan ini, terang Kigozi, selanjutnya diminta untuk membandingkan kepuasan seksual mereka sebelum dan setelah pasangan mereka dikhitan.

Hasil survei yang dipresentasikan dalam acara the Fifth International AIDS Society Conference on Pathogenesis, Treatment and Prevention of HIV  ini memaparkan, setelah dikhitan, 40% perempuan menyatakan merasa lebih puas. Sekitar 57% menyatakan tidak mengalami perubahan kepuasan seksual, dan hanya 3% yang menyatakan merasa kurang puas setelah pasangan mereka dikhitan. Selain itu, beberapa perempuan juga melaporkan kalau pasangan mereka mengalami lebih sedikit kesulitan atau bahkan sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam mempertahankan atau mencapai ereksi.

3% perempuan tersebut, terang Kigozi, menyatakan kalau khitan membuat gairah seksual mereka atau pasangan menurun. Sedang 40% perempuan yang mengalami perbaikan kehidupan seksual menyatakan kalau khitan meningkatkan kebersihan, memperpanjang waktu pasangan mencapai orgasme dan frekuensi keinginan pasangan untuk bercinta juga semakin meningkat.

Menurut Kigozi, kepuasaan seksual ini juga dirasakan oleh para laki-laki. Survei sebelumnya, lanjut dia, menunjukkan kalau 97% laki-laki menyatakan tidak mengalami perubahan tingkat kepuasan seksual atau justru mengalami peningkatan kepuasan seksual setelah mereka dikhitan.