Dosen UGM Patenkan Alat Radiografi Digital Murah

sumber : ugm.ac.id

Yogya, KU

Setelah 16 tahun meneliti perangkat kendali sistem radiografi digital, akhirnya pada 19 Oktober 2009 lalu, Tim Riset Fisika Citra Jurusan Fisika FMIPA UGM memperoleh aplikasi paten. Tim telah menyerahkan penemuan patennya kepada UGM untuk dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Temuan ini memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menggunakannya. Secara komersial dilindungi hukum di wilayah RI, berlaku eksklusif selama 20 tahun,” kata Dr. Gede Bayu Suparta selaku koordinator tim riset kepada wartawan, Kamis (3/12).

Tim Riset Fisika Citra Jurusan Fisika FMIPA UGM

Dijelaskan Bayu, sapaan akrabnya, penemuan mereka tentang radiografi digital Continue reading

Advertisements

ALERGI dan PENANGANANNYA

Alergi

Alergi adalah reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen.
Apabila alergen masuk ke dalam tubuh seseorang, melalui berbagai cara, baik terhisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit, maka  sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan. Tidak demikian halnya dengan orang yang tidak memiliki alergi, alergen tersebut tidak memiliki pengaruh yang bermakna.

Pencegahan

  1. Hindari pemicu seperti makanan atau obat-obatan yang dapat menimbulkan reaksi alergi walaupun obat atau makanan tersebut hanya menyebabkan reaksi ringan
  2. Bila anda memiliki anak dengan alergi terhadap makanan tertentu, perkenalkan makanan yang baru satu persatu agar bisa diketahui mana yang menyebabkan alergi
  3. Bila anda pernah memiliki riwayat reaksi alergi yang serius, bawa obat-obatan darurat (seperti difenhidramin<antialergi> dan suntikan epinefrin atau obat sengatan lebah) sesuai dengan anjuran dari dokter

Pengobatan

Pengobatan alergi pada dasarnya adalah simtomatik atau sesuai dengan gejala. Prinsip yang paling utama adalah proses penghindaran benda-benda yang diperkirakan merupakan suatu alergen dengan tujuan agar pasien tidak berkontak dengannya. Apabila reaksi alergi yang terjadi mengancam nyawa pasien, seperti terjadi pembengkakan di saluran nafas, maka pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penatalaksanaan yang lebih baik.

Penanganan

Untuk reaksi alergi ringan-sedang: (penyakitnya apa saja?)
  1. Tenangkan dan yakinkan pasien bahwa ia akan baik-baik saja karena kecemasan dapat memperparah keadaan
  2. Kenali dan identifikasi penyebab alergi. Bila telah diketahui maka segera hindari penderita dari penyebab. Penyebab alergi seperti sengatan lebah ditangani dengan cara mengeluarkan sengat menggunakan pencungkil baik  kuku ataupun kartu kredit. Jangan menggunakan pinset atau penjepit lainnya karena dapat menghancurkan sengat dan menyebarkan racun lebih banyak
  3. Bila penderita mengalami gatal-gatal segera berikan losio kalamin (pelembab yang mengandung kalamin) atau sesuatu yang dingin, hindari memberikan obat-obatan?maksudnya obat2an apa ya?
  4. Awasi penderita untuk gejala-gejala peningkatan distres
  5. Panggil bantuan medis. Untuk gejala ringan mungkin hanya membutuhkan pengobatan dokter yang ringan seperti antialergi

Untuk reaksi parah:

  1. Periksa ABC. Tanda-tanda bahaya untuk pembengkakan jalan nafas adalah suara serak dan berbunyi saat penderita mengambil nafas. Bila penderita mengalami kesulitan bernafas dan sangat lemah atau mengalami penurunan kesadaran, segera panggil bantuan. Bila perlu berikan bantuan nafas
  2. Tenangkan penderita
  3. Bila reaksi alergi adalah akibat sengatan lebah, hilangkan sengat dengan mencungkil. Jangan menggunakan penjepit
  4. Bila penderita memiliki obat alergi segera berikan. Hindari pemberian melalui oral bila penderita mengalami kesulitan bernafas
  5. Ambil tindakan untuk menghindari terjadinya syok. Baringkan penderita di tempat yang datar, tinggikan kaki penderita sekitar 12 inchi dan selimuti penderita dengan jaket atau kain. Jangan tempatkan penderita dengan posisi seperti ini bila penderita mengalami cedera di bagian kepala, leher, punggung, atau kaki
  6. Bila penderita mengalami penurunan kesadaran, segera lakukan tindakan penanganan penurunan kesadaran dan hubungi 118

Penyebab alergi

Pada dasarnya sistem kekebalan tubuh merupakan benteng pertahanan terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Bila ada benda yang membahayakan atau yang disebut ‘antigen’ masuk, maka sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dengan cara mendatangi antigen tersebut dan menghasilkan antibodi yang terdiri dari imunoglobulin (IgG, IgA, IgM, IgD, IgE). Antibodi ini akan datang ke tempat masuk antigen dan menghancurkannya. Antibodi ini bersifat protektif dan membantu menghancurkan antigen dengan menempel di permukaannya sehingga lebih mudah untuk dihancurkan. Imunoglobulin terdiri dari 5 tipe IgG, IgA, IgM, IgD dan IgE. Imunoglobulin yang dapat menimbulkan reaksi alergi adalah IgE. Pada orang alergi produksi IgE dapat sangat berlebihan.

Gambar : Sel Mas

Mekanisme

Bila tubuh terpapar oleh antigen atau alergen, maka reaksi kekebalan tubuh akan segera terbentuk. IgE yang terbentuk akan mendekati antigen dan menempel di permukaannya. Selanjutnya IgE akan mengaktivasi sel yang disebut sel mast. Sel mast ini mengandung zat-zat aktif yang dapat mengiritasi jaringan seperti misalnya histamin. Tubuh akan mengalami reaksi seperti gatal, mata berair, dan bersin – bersin.

Reaksi berbahaya yang dapat disebabkan oleh alergen atau antigen ini adalah pembengkakan jalan napas yang dapat menimbulkan sumbatan jalan nafas.

Mereka yang berisiko

Alergi dapat terjadi baik sejak janin masih berada di dalam kandungan maupun di berbagai macam rentang usia. Pada umumnya alergi timbul di usia kanak-kanak, namun kejadian paling sering  terjadi di usia dewasa. (gue ga ngerti maksudnya). Penyebab sensitifnya seseorang terhadap alergen tertentu dan berlebihannya produksi IgE akibat terkena alergen masih belum diketahui penyebabnya. Diperkirakan hubungan yang paling sering adalah faktor keturunan. Alergi dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Apabila kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, maka risiko anak memiliki alergi sebesar 15%. Apabila salah satu dari kedua orang tua anak memiliki alergi, maka risiko meningkat menjadi 30% dan 60% bila alergi dimiliki oleh kedua orang tua.

dikutip dari : klikdokter.com

Empat Tanda Keguguran

KEGUGURAN bisa mengancam kehamilan pada usia berapa saja. Untuk itu, sebaiknya para ibu hamil menjaga kandungan sebaik-baiknya. Ada baiknya juga Anda tahu tanda-tanda keguguran agar bisa mengantisipasinya.

Berikut tanda-tandanya:

1. Pendarahan adalah tanda yang paling umum. Pendarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Meskipun pendarahan sering menjadi tanda pertama keguguran, pada masa trisemester pertama kehamilan mungkin juga terjadi pada kehamilan yang normal. Dan biasanya, pendarahan terjadi terus-menerus, paling tidak selama 3 hari. Pendarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai pendarahan hebat.

2. Rasa sakit yang diakibatkan keram pada panggul, sakit pada perut bagian tengah, ataupun sakit pada bagian bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan dimulai. Termasuk kram atau kejang perut.

3. Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika Anda mendapati gumpalan darah tersebut, bawalah kepada dokter untuk mengetahui kepastian, apakah Anda mengalami keguguran atau tidak.

4. Kelelahan yang teramat sangat. Anda merasa loyo, tidak enak badan, merasa lemas atau tidak fit, dan tidak bertenaga, juga tidak mampu menopang tubuh dengan baik? Bisa jadi ini merupakan tanda awal akan terjadi keguguran.

Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari)

Kanker payudara dapat menyerang siapa saja tidak pandang usia dan golongan, wanita bahkan pria. Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerang wanita di Indonesia.

Semakin cepat kita dapat mendeteksi terjadi kanker, semakin baik pula harapan kesembuhannya. Demikian pula halnya dengan kanker payudara. Karena itu, jangan segan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, coba kenali dan pahami payudara Anda. Terdapat beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan adanya kanker payudara. Pertama yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari). Sadari dapat dilakukan mulai usia berapapun tapi sangat dianjurkan bila usia anda sudah lebih dari 20 tahun, minimal satu kali dalam sebulan, dilakukan pada hari ke 7 sampai ke 10 dari awal mula haid, atau 3 hari setelah haid berhenti. Selanjutnya, dapat dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan yang terakhir adalah pemeriksaan dengan mamografi, yaitu pemeriksaan penunjang dengan X-ray pada payudara.

Bagaimana cara melakukan Sadari ?

Langkah 1

sadari1(1)sadari2

Di depan cermin, perhatikan apakah kedua payudara simetris. Perhatikan kalau ada sesuatu yang tidak biasa, seperti perubahan bentuk, perubahan warna atau bentuk yang lain dari biasanya. Selanjutnya perhatikan apakah ada perubahan pada puting, adanya kerutan, puting yang masuk ke dalam atau pengelupasan kulit. Lalu angkat kedua lengan ke atas sambil memperhatikan apakah kedua payudara tetap simetris.

sadari5sadari4

Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan dengan cara merabanya dan juga sebaliknya. Angkat tangan kanan, gunakan tiga atau empat jari tangan kiri untuk merasakan payudara kanan dengan teliti dan menyeluruh. Dimulai dari ujung bagian luar, tekan dengan bagian jari dalam gerakan melingkar kecil, bergerak perlahan di sekitar payudara. Anda dapat memulai pada bagian ujung payudara dan secara perlahan bergerak ke bagian putting, atau sebaliknya. Yang perlu diperhatikan adalah meraba seluruh bagian payudara, termasuk daerah ketiak. Kemudian, tekan tangan anda erat pada pinggul dan sedikit menunduk ke depan cermin ketika anda menarik punggung dan sikut ke depan.

Langkah 2

sadari6(1)

Rasakan adanya perubahan dengan cara berbaring. Letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan, lengan kanan di bawah kepala. Periksa payudara kanan dengan tangan kiri dengan meratakan jari-jari secara mendatar untuk merasakan adanya benjolan. Periksa pula lipatan lengan, batas luar payudara, dan ke seluruh payudara.

Langkah 3

sadari7(2)

Perhatikan tanda-tanda keluarnya cairan ataupun perdarahan dari putting susu. Caranya dengan memencet putting susu dan melihat apakah ada cairan atau darah yang keluar

Langkah 4

Ulangi langkah-langkah di atas untuk memeriksan payudara kiri. Bila anda mendapati adanya kejanggalan, segeralah periksakan diri ke dokter. Lakukan langkah-langkah SaDaRi dengan rutin sekali sebulan. Dengan mengetahui gejalanya sedini mungkin, besar kemungkinan kanker payudara dapat disembuhkan.

Perempuan Suka Pasangan Dikhitan?

“40% Perempuan Puas dengan Pasangan yang Dikhitan”

Sumber : mediaindonesia.com

   gettyimages

SEBUAH survei dari Rakai Health Sciences Program di Kalisizo, Uganda, Afrika Selatan menemukan, 40% perempuan dengan pasangan yang dikhitan melaporkan adanya perbaikan kehidupan seksual.

Sirkumisisi atau yang lebih dikenal dengan khitan, dianjurkan dari dunia kedokteran sebagai salah satu cara untuk mencegah penularan virus HIV penyebab AIDS dan virus HPV penyebab kanker leher rahim. Akan tetapi, cara ini ditentang oleh sekelompok orang dengan alasan kurangnya data mengenai dampaknya terhadap kehidupan seksual. Jika Anda salah satu diantara, ada baiknya mulai mempertimbangkannya kembali.

Dalam studi lanjut mengenai kepuasan seksual, para peneliti mempelajari 455 perempuan dengan pasangan yang telah menjalani khitan. Para partisipan ini sebelumnya juga telah terlibat dalam percobaan landmark rakai circumcision. Percobaan ini merupakan salah satu dari tiga studi yang menunjukkan kalau khitan bisa mengurangi risiko laki-laki heteroseksual terinfeksi HIV hingga 50%-nya.

“Kami hanya melibatkan perempuan yang menyatakan mempunyai kehidupan seksual yang memuaskan sebelum pasangan mereka dikhitan,” terang peneliti Godfrey Kigozi, MD, seperti dikutip situs webmd. Perempuan ini, terang Kigozi, selanjutnya diminta untuk membandingkan kepuasan seksual mereka sebelum dan setelah pasangan mereka dikhitan.

Hasil survei yang dipresentasikan dalam acara the Fifth International AIDS Society Conference on Pathogenesis, Treatment and Prevention of HIV  ini memaparkan, setelah dikhitan, 40% perempuan menyatakan merasa lebih puas. Sekitar 57% menyatakan tidak mengalami perubahan kepuasan seksual, dan hanya 3% yang menyatakan merasa kurang puas setelah pasangan mereka dikhitan. Selain itu, beberapa perempuan juga melaporkan kalau pasangan mereka mengalami lebih sedikit kesulitan atau bahkan sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam mempertahankan atau mencapai ereksi.

3% perempuan tersebut, terang Kigozi, menyatakan kalau khitan membuat gairah seksual mereka atau pasangan menurun. Sedang 40% perempuan yang mengalami perbaikan kehidupan seksual menyatakan kalau khitan meningkatkan kebersihan, memperpanjang waktu pasangan mencapai orgasme dan frekuensi keinginan pasangan untuk bercinta juga semakin meningkat.

Menurut Kigozi, kepuasaan seksual ini juga dirasakan oleh para laki-laki. Survei sebelumnya, lanjut dia, menunjukkan kalau 97% laki-laki menyatakan tidak mengalami perubahan tingkat kepuasan seksual atau justru mengalami peningkatan kepuasan seksual setelah mereka dikhitan.