EVALUASI MEDIA KONTRAS INTRAVASCULAR PADA IBU MENYUSUI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Seiring ditemukannya modalitas pencitraan radiografi yang canggih seperti CT – Scanning dan MRI, maka diagnostik imejing saat ini tidak lagi hanya sebatas foto rontgen konvensional tetapi telah berkembang menjadi berbagai jenis pemeriksaan radiologi dengan berbagai kelebihan. Salah satunya yakni pemeriksaan radiologi dengan menggunakan bantuan media kontras, yakni suatu bahan yang digunakan untuk melihat jaringan tubuh yang tidak terlihat (samar) dalam pemeriksaan radiodiagnostik.

Bahan Kontras merupakan senyawa-senyawa yang digunakan untuk meningkatkan visualisasi (visibility) struktur-struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostic medik. Bahan kontras dipakai pada pencitraan dengan sinar-X untuk meningkatkan daya attenuasi sinar-X. (Bahan kont Continue reading

Empat Tanda Keguguran

KEGUGURAN bisa mengancam kehamilan pada usia berapa saja. Untuk itu, sebaiknya para ibu hamil menjaga kandungan sebaik-baiknya. Ada baiknya juga Anda tahu tanda-tanda keguguran agar bisa mengantisipasinya.

Berikut tanda-tandanya:

1. Pendarahan adalah tanda yang paling umum. Pendarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Meskipun pendarahan sering menjadi tanda pertama keguguran, pada masa trisemester pertama kehamilan mungkin juga terjadi pada kehamilan yang normal. Dan biasanya, pendarahan terjadi terus-menerus, paling tidak selama 3 hari. Pendarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai pendarahan hebat.

2. Rasa sakit yang diakibatkan keram pada panggul, sakit pada perut bagian tengah, ataupun sakit pada bagian bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan dimulai. Termasuk kram atau kejang perut.

3. Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika Anda mendapati gumpalan darah tersebut, bawalah kepada dokter untuk mengetahui kepastian, apakah Anda mengalami keguguran atau tidak.

4. Kelelahan yang teramat sangat. Anda merasa loyo, tidak enak badan, merasa lemas atau tidak fit, dan tidak bertenaga, juga tidak mampu menopang tubuh dengan baik? Bisa jadi ini merupakan tanda awal akan terjadi keguguran.

Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari)

Kanker payudara dapat menyerang siapa saja tidak pandang usia dan golongan, wanita bahkan pria. Kanker payudara menduduki peringkat kedua setelah kanker leher rahim di antara kanker yang menyerang wanita di Indonesia.

Semakin cepat kita dapat mendeteksi terjadi kanker, semakin baik pula harapan kesembuhannya. Demikian pula halnya dengan kanker payudara. Karena itu, jangan segan untuk melakukan pemeriksaan sedini mungkin. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, coba kenali dan pahami payudara Anda. Terdapat beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan adanya kanker payudara. Pertama yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari). Sadari dapat dilakukan mulai usia berapapun tapi sangat dianjurkan bila usia anda sudah lebih dari 20 tahun, minimal satu kali dalam sebulan, dilakukan pada hari ke 7 sampai ke 10 dari awal mula haid, atau 3 hari setelah haid berhenti. Selanjutnya, dapat dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan yang terakhir adalah pemeriksaan dengan mamografi, yaitu pemeriksaan penunjang dengan X-ray pada payudara.

Bagaimana cara melakukan Sadari ?

Langkah 1

sadari1(1)sadari2

Di depan cermin, perhatikan apakah kedua payudara simetris. Perhatikan kalau ada sesuatu yang tidak biasa, seperti perubahan bentuk, perubahan warna atau bentuk yang lain dari biasanya. Selanjutnya perhatikan apakah ada perubahan pada puting, adanya kerutan, puting yang masuk ke dalam atau pengelupasan kulit. Lalu angkat kedua lengan ke atas sambil memperhatikan apakah kedua payudara tetap simetris.

sadari5sadari4

Gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan dengan cara merabanya dan juga sebaliknya. Angkat tangan kanan, gunakan tiga atau empat jari tangan kiri untuk merasakan payudara kanan dengan teliti dan menyeluruh. Dimulai dari ujung bagian luar, tekan dengan bagian jari dalam gerakan melingkar kecil, bergerak perlahan di sekitar payudara. Anda dapat memulai pada bagian ujung payudara dan secara perlahan bergerak ke bagian putting, atau sebaliknya. Yang perlu diperhatikan adalah meraba seluruh bagian payudara, termasuk daerah ketiak. Kemudian, tekan tangan anda erat pada pinggul dan sedikit menunduk ke depan cermin ketika anda menarik punggung dan sikut ke depan.

Langkah 2

sadari6(1)

Rasakan adanya perubahan dengan cara berbaring. Letakkan bantal kecil di bawah bahu kanan, lengan kanan di bawah kepala. Periksa payudara kanan dengan tangan kiri dengan meratakan jari-jari secara mendatar untuk merasakan adanya benjolan. Periksa pula lipatan lengan, batas luar payudara, dan ke seluruh payudara.

Langkah 3

sadari7(2)

Perhatikan tanda-tanda keluarnya cairan ataupun perdarahan dari putting susu. Caranya dengan memencet putting susu dan melihat apakah ada cairan atau darah yang keluar

Langkah 4

Ulangi langkah-langkah di atas untuk memeriksan payudara kiri. Bila anda mendapati adanya kejanggalan, segeralah periksakan diri ke dokter. Lakukan langkah-langkah SaDaRi dengan rutin sekali sebulan. Dengan mengetahui gejalanya sedini mungkin, besar kemungkinan kanker payudara dapat disembuhkan.

Waspada Kesuburan Turun di Usia 30

Sumber : mediaindonesia.com

KESUBURAN akan menurun seiring dengan pertambahan usia, khususnya setelah usia 30. Karena itu, Perempuan sebaiknya melakukan tes kesuburan di usia 30 untuk meningkatkan kemungkinan menjadi ibu. Hal ini dinyatakan oleh dokter di bidang in vitro fertilization (IVF) profesor Bill Ledger dari Sheffield University. Menurut Ledger, banyak perempuan yang tidak menyadari kalau kesuburan menurun dengan cepat seiring usia.

Menurut Ledger, kesempatan mengalami pembuahan di usia 20-24 sebesar 86%, usia 25-29 turun menjadi 78%, usia 30-34 sebesar 63%, turun lagi menjadi 52% pada rentang usia 35-39 tahun, 36% pada mereka dengan rentang usia 40-44 dan menurun tajam hanya sebesar 5% pada mereka yang telah berusia 45-49 tahun.

Dengan melakukan tes sederhana yang bisa menunjukkan betapa cepatnya jam biologis mereka berputar, terang dia, para perempuan diharapkan bisa merencanakan keluarga sebelum terlambat. Tes darah diikuiti dengan ultrasound scan jika diperlukan, lanjut dia, bisa membantu mengatasi semua masalah sebelum mereka mengalami penurunan kesempatan yang signifikan mengalami pembuahan.

Tes ini biasanya menggunakan kadar hormon untuk mengukur persediaan ovarium, yaitu jumlah telur sehat yang tersedia. Dengan informasi ini, menurut dia, diharapkan para perempuan bisa membuat rencana yang lebih bijak mengenai waktu pembuahan.

Tunda kehamilan

Perempuan, menurut anggota fertility watchdog,  the Human Fertilisation and Embryology Authority ini, seringkali tidak menyadari pentingnya usia saat berkaitan dengan kesuburan.”Mereka mengira kalau hal tersebut tidak akan terjadi pada mereka karena mereka rajin berolahraga, tidak minum dan merokok. Mereka merasa fit dan muda. Hal ini benar adanya, kecuali untuk indung telur,” tutur Ledger, seperti dikutip situs dailymail.

Menurut Ledger, semakin banyak perempuan yang menunda kehamilan. Tapi, hanya sedikit yang menyadari kalau kesuburan menurun hingga setengahnya pada usia 35 dan bahkan menurun tajam setelahnya. karena itu, terang dia, data mengenai kesempatan mereka mengalami pembuahan tentunya bisa membantu mereka menghindari penyesalan di masa depan.”Banyak orang bersedih karena tidak mendapatkan anak yang sangat mereka impikan.”

Seringkali perempuan yang menunda kehamilan hingga usia 39, terang dia, telah mempunyai karir yang sukses. Perempuan ini telah melewati semua tes di sekolah dengan baik, melanjutkan kuliah, mendapatkan pekerjaan yang baik, menjajaki karir ke level yang tinggi tetapi tiba-tiba tidak bisa mendapatkan sesuatu yang bisa didapatkan  oleh orang lain.

Perempuan Cerdas Lebih Mudah Orgasme

“Kecerdasan Emosional Pengaruhi Kehidupan Seksual”

Sumber : mediaindonesia.com

gettyimages

PEREMPUAN cerdas ternyata tidak hanya nyaman diajak berdiskusi tetapi juga lebih menyenangkan diajak bercinta. Hal ini dibuktikan oleh hasil studi dari King’s College London. Berdasarkan hasil analisis data dari 2000 perempuan kembar, peneliti menemukan, mereka yang mempunyai tingkat kecerdasan emosi ( emotional intelligence /EI) tinggi lebih mudah mencapai orgasme.

2000 partisipan ini berusia antara 18-83 tahun. Pasangan kembar, terang peneliti, sengaja dipilih untuk menghindarkan pengaruh faktor risiko genetik dan lingkungan.

Studi mengindikasikan, rendahnya tingkat EI , kemampuan mengatur perasaan, dikaitkan dengan masalah-masalah seksual yang umum terjadi. Dalam studi ditemukan, 3 dari 10 perempuan kesulitan mencapai klimaks.

“EI kelihatannya berpengaruh langsung terhadap fungsi seksual perempuan dengan mempengaruhi kemampuannya dalam mengkomunikasikan harapan-harapan dan hasrat-hasrat seksualnya,” terang co-author studi Andrea Burri, seperti yang dikutip foxnews.

Dalam studi ini, semua partisipan diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kebiasaan dan performa seksual mereka. Selain itu, mereka juga diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang didisain untuk menguji tingkat EI mereka.

Hasil studi menunjukkan, perempuan yang berada pada rentang 25 % terbawah  EI, berisiko 2 kali lebih besar mengalami kesulitan mencapai orgasme dibandingkan perempuan normal. Dengan adanya penemuan ini, terang peneliti, diharapkan bisa meningkatkan terapi-terapi seks yang ada.